OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Tidak diragukan lagi, bahwa pantai-pantai yang terletak di wilayah Kiluan Negeri adalah salah satu destinasi pantai terindah dan terbaik yang ada di provinsi Lampung. Pantai di Kiluan telah terkenal dengan air lautnya yang biru dan bening, pasirnya yang berwarna putih dan halus, adanya laguna yang indah di pinggiran pantainya, serta terdapatnyanya ikan lumba-lumba yang dapat ditemui dan diajak berinteraksi langsung.

Daerah di pekon Kiluan Negeri dan sekitarnya memang masih terkenal dengan kencantikan alamnya yang masih murni sehingga memanjakan mata para penikmatanya. Mungkin karena ini pula lah, banyak turis dan wisatawan yang berbondong-bondong untuk mengunjungi di pantai ini.

Namun dengan perkembangan zaman yang ada, hanya mengandalkan dari kekayaan dan kecantikan alam saja dirasa tidak cukup untuk menjadikan tempat wisata ini lebih baik lagi kedepannya. Karena selain harus tersedianya sarana dan prasarana yang mendukung, mengikuti perkembangan zaman dirasa adalah suatu hal yang wajib dilakukan bila tidak ingin ditinggalkan oleh pasar yang ada.

Contoh mengikuti perkembangan zaman yang ada adalah dengan membuat sarana dan prasarana seperti Homestay, pengenalan Internet, pembuatan Web Desa, menciptakan makanan baru yang khas untuk menjadi buah tanggan wisatawan, diberikan pelatihan tentang bagaimana mengelola homestay, web desa, jurnalistik, hingga untuk berkomunikasi dengan turis asing pelatihan dengan bahasa inggris, hingga dengan penerangan jalan pada malam hari yang memadai seperti dengan pemasangan lampu jalan.

Selain dengan sudah adanya pasar untuk penikmat pantai, sarana dan prasarana yang mulai dibangun untuk mendukung pekon Kiluan Negeri menjadi lebih Trendi, diadakan pula Pelatihan Pembuatan Media Promosi Wisata dan Penggunaan Teknologi Komunikasi. Yang diharapkan warganya kelak mampu melek teknologi dan komunikasi serta mampu dengan mandiri untuk mempromosikan tempat wisata yang ditawarkan.

Pemateri dalam pelatihan ini adalah Bapak Eka Yuda Guna Wibawa dan dilanjutkan dengan Ibu Dra. Ida Nurhaida dari Universitas Lampung. Namun berdasar pada kondisi di lapangan, khususnya pada saat pelaksanaan kegiatan dapat disampaikan bahwa mayoritas pengelola homestay berada dalam kisaran usia dewasa akhir, dan kepemilikan teknologi komunikasi untuk mendukung pembuatan media promosi tidak maksimal. Melihat kondisi ini maka, materi pelatihan yang semula diarahkan pada pembuatan media promosi wisata, dialihkan ke pada pengenalan media promosi yang dapat digunakan untuk memromosikan homestay yang dimiliki. (snr)